
Toleransi beribadah di sekolah diwujudkan dengan saling menghormati, tidak mengganggu teman yang berbeda agama saat beribadah, serta memfasilitasi tempat ibadah bagi semua agama. Contohnya, memberikan waktu beribadah, tidak berisik saat ada yang berdoa, dan mengadakan ibadah bersama secara berurutan sesuai keyakinan di lingkungan sekolah.
Berikut adalah bentuk implementasi toleransi beribadah di lingkungan sekolah:
- Menghormati Waktu Ibadah: Tidak membuat kegaduhan atau memanggil teman saat mereka sedang melaksanakan ibadah, seperti saat shalat Zuhur atau doa bersama.
- Penyediaan Sarana: Sekolah menyediakan fasilitas ibadah (musholla) atau ruang kelas yang kondusif bagi agama lain untuk berdoa.
- Memberi Izin: Guru memberikan izin kepada siswa untuk keluar kelas sejenak untuk ibadah.
- Kerja Sama Saat Perayaan: Siswa membantu menjaga ketertiban saat perayaan hari besar agama lain, seperti perayaan Natal atau Idul Fitri di sekolah.
- Menghormati Puasa: Tidak makan atau minum secara mencolok di depan teman yang sedang berpuasa.